4 Tips Berdagang ala Rasulallah
Munculnya pandemi menimbulkan banyak perubahan, termasuk pula sektor perekonomian. Banyak karyawan yang terkena PHK membuat mereka memutar otak dengan beralih menjadi pedagang kecil-kecilan demi memenuhi kebutuhan hidup. Disamping itu, beberapa pengusaha kecil dan menengah pun masih berjuang untuk mempertahan dagangannya.
Nabi Muhammad SAW dalam satu hadits yang diriwayatkan baihaqi, menyatakan salah satu pekerjaan yang dianjurkan untuk dilakukan umatnya adalah berdagang. "Sesungguhnya sebaik-baiknya usaha adalah berdagang".
Tuntunan Rasulallah ini bisa menjadi teladan bagi kita yang mungkin baru memulai berdagang. Meski demikian, ada baiknya kita memperhatikan terlebih dahulu seperti apa Rasulallah berdagang hingga cara Rasul mengatur dagangannya. Selengkapnya, berikut tips berdagang ala Nabi Muhammad SAW.
Bersikap Jujur
Rasulallah SAW dikenal dengan kejujurannya termasuk dalam berdagang. Beliau tidak pernah mengurangi takaran pada dagangannya, ,alah menambahkan agar pembeli senang dengan pelayanannya.
Kelebihan dan kekurangan kondisi barang dagangannya pun selalu beliau katakan pada pembeli. Sampai akhirnya Rasulallah diberikan julukan Al-Amin artinya seseorang yang dapat dipercaya.
Menjual Barang Dagangan dengan Kualitas Bagus
Rasulallah tiak pernah menjual barang yang cacat karena akan merugikan pembeli. Karena itu, Rasulallah selalu menjaga kualitas barang dagangannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah, Uqbah bin Amir pernah mendengar Rasulallah berkata "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak halal bagi seorang muslim untuk menjual barang yang ada cacatnya kepada temannya, kecuali jika dia jelaskan. (HR. Ibnu Majah)
Ambil Keuntungan Sewajarnya
Tentu saja pedagang mengharapkan untung dalam usahanya. Namun, tidak jarang ada pedagang yang mengambil keuntungan atau laba tinggi tanpa memikirkan pembeli.
Semasa berdagang, Nabi Muhammad memberitahu modalnya dengan jujur ketika ditanya pembeli. Sebab, cara beragang Rasulallah tidak hanya semata untuk materi, tapi juga untuk mendapat berkah Allah SWT.
Dalam Al-Qur'an Allah SWT berfirman : "Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, an barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat". (QS. Asy-Syura : 20).
Tidak Mudah Putus Asa
Sikap ini sangat diperlukan saat menjalankan usaha apapun, termasuk berdagang. Seorang pedagang tidak akan berhasil jika mudah putus asa. Perlu diingat, dalam setiap usaha selalu membutuhkan proses. Apalagi dalam perjalanannya, beberapa hambatan bisa saja menghadang kita.
Begitu pula dengan berdagang. Mungkin kita butuh waktu panjang untuk mendapat keuntungan yang baik dan cukup secara materi. Yang perlu diingat adalah terus berusaha dan tidak gampang putus asa. Apalagi Allah sudah menjanjikan nikmat dan rahmat bagi hambanya yang terus berusaha.
".....Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah kaum kafir". (QS. Yusuf : 87)
Komentar
Posting Komentar