4 Cara Berternak Ayam Kampung dengan Modal Kecil, Cocok untuk Pemula

 


Ayam kampung merupakan salah satu jenis ayam yang banyak dimintai, baik daging ataupun telurnya. Masyarakat banyak mengenalnya sebagai ayam kampung karena jenis ayam ini ciri khasnya adalah hidup di wilayah perkampungan atau pedesaan.

Maka dari itu, biasanya pemberian pakan ayam pun juga terbilang masih sangat alami dan jauh dari bahan-bahan kimia. Sebagaimana yang banyak digunakan pada ayam petelur dan ayam broiler. Oleh sebab itu, dari segi kesehatan [un ayam kampung relatif sangat aman dikonsumsi.

Meningkatnya rasa kepedulian akan kesehatan dimata masyarakat sendiri tentunya juga semakin membuat konsumsi ayam kampung di pasaran menjadi meningkat. Oleh sebab itu, tidak heran jika kemudian peningkatan permintaan pasar terhadap ayam kampung cukup tinggi. Tentunya ini memberikan sebuah peluang usaha bagi Anda berupa budidaya ayam kampung yang pastinya akan menguntungkan untuk melakukan cara berternak ayam kampung untuk membantu Anda yang ingin memulai menekuni usaha ini

Untuk mengetahui dengan rinci, berikut ini kami telah rangkum untuk Anda 6 cara berternak ayam kampung dengan modal kecil :

1. Persiapan Kandang

Cara berternak ayam kampung pada tahap awal adalah mempersiapkan kandang. Kandang ini merupakan tempat dimana nanti ayam kampung dapat diternak. Sebaiknya siapkan lokasi kandang yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah. Agar tentunya lebih mudah dalam pengawasan. Agar lebih jelas maka Anda bisa menyimak hal-hal berikut ini:

  • Buat kandang tertutup yang mengelilingi lokasi agar ayam tidak berkeliaran dan mengganggu tetanggu.
  • Anda bisa membuat kandang menggunakan bambu yang dianyam atau dipaku.
  • Dinding kandang harus rapat agar tidak bisa dimasuki hewan liar seperti anjing atau hewan buas lainnya.
  • Tinggi kandang minimal 3 meter, sebab jika di bawah 3 meter dikhawatirkan ayam masih dapat terbang untuk melewatinya.
  • Sekat kandang menjadi dua bagian, dimana satu bagian untuk ayam dewasa dan satu yang untuk ayam yang kelas baru mulai di tetaskan.
  • Setelah kandang siap, maka anda bisa langsung memulai tahapan budidaya.
  • Seminggu sebelum di tempati sebaiknya kandang dibersihkan dan di semprot menggunakan pestisida agar parasit-parasit yang ada mati dan tak menggangu proses budidaya.

2. Pemilihan Indukan

Cara berternak ayam yang selanjutnya adalah melakukan pemilihan indukan. Indukan inilah yang kemudian akan menghasilkan telur dan anakan ayam kampung yang kelak akan bisa dibudidayakan dan mulai di jual. Indukan yang baik, tentunya akan memiliki keturunan yang baik. oleh sebab itu, ada wajib memperhatikan beberapa hal berikut ini :

  • Indukan jantan harus memiliki suara kokokan yang lantang, bulu mengkilap, serta sehat dan tidak mengalami kecacatan, selain itu pejantan juga harus aktif bergerak dan cukup agresif.
  • Untuk indukan betina Anda bisa memilih yang memiliki warna yang menarik, ukuran tubuh sudah besar dan siap dikawinkan, bulu mengkilap, sehat dan tidak cacat, serta memiliki gerakan yang aktif.
  • Untuk perbandingan pejantan dan betina yang ideal sebenarnya tidak ada patokan.
  • Anda bahkan bisa mengisi 10 betina dan 1 pejantan dalam kandang.
  • Setelah memastikan indukan siap bereproduksi maka tentunya anda bisa langsung memasukkan semua indukan dalam kandang. 
  • Tahap selanjutnya adalah mengawinkan kedua indukan agar sang betina dapat bertelur dan proses budidaya dapat terus berlanjut.
3. Proses Pengawinan Indukan

Cara berternak ayam kampung selanjutnya memasuki proses pengawinan indukan. Setelah inukan dilepas kandang, maka selama beberapa hari mereka akan beradaptasi dengan lingkungannya.
Jangan lupa untuk memberikan pakan tambahan. Proses perkawinan akan dilanjutkan akan dilakukan oleh kedua indukan jika keduanya telah siap kawin. Anda tidak bisa mempercepat proses perkawinan, sebab hal ini berlangsung secara alamiah. Anda hanya bisa menunggu hingga kedua indukan melakukan perkawinan.
Setelah kedua indukan melakukan perkawinan. Anda tetap harus memberikan pakan secara teratur sebanyak 3 kali sehari. Pakan yang diberikan dapat berupa pelet dan dikombnasikan dengan jagung giling atau jagung pipilan. Keberhasilan perkawinan akan ditunjukkan dengan cara betina biasanya akan lebih rewel.

4. Proses Penetasan Telur

Cara berternak ayam berikutnya adalah proses penetasan telur. Biasanya, proses penetasan ini dilakukan secara manual atau buatan. Jika ditetaskan melalui cara buatan yang dibutuhkan lebih singkat yakni 14-20 hari.

Sedangkan jika ditetaskan secara alami membutuhkan waktu yang lebih lama yakni sekitar 25-35 hari saja. Untuk itu, menetaskan secara manual akan lebih menguntungkan dalam budidaya. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  • Buatlah kotak penetasan dengan ukuran yang sudah ditentukan.
  • Beri lampu tambahan dengan daya 10 watt.
  • Anda bisa menggunakan lampu bohlam atau lampu neon.
  • Letakkan telur di bawah lampu, kemudian biarkan hingga menetas.
  • Setelah 14-20 hari maka telur akan mulai menetas, setelah ini maka perawatan dan pemeliharaan intensi harus mulai dilakukan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berikut Bocoran Jadwal dan Besaran THR ASN TNI/Polri Lebaran 2022 Golongan I sampai IV dan Gaji ke-13

Menag Terbitkan Pedoman Penggunaan Toa Masjid dan Mushola, Berikut Aturannya

Terungkap, segini Jumlah Penghasilan per Bulan Gus Samsudin dari Kontennya di Youtube